Orang-orang dewasa yang lain
Orang-orang dewasa yang lain:
1. Tiga orang piraten merampas jualan pempekku
2. Te' menyuruh aku membuka sepatunya
3. Dipukul oleh Akiong ketiga aku
4. Aguan selalu mau memukul aku /ancaman bahaya
5. Ancaman bahaya dari Yusuf cs
6. Dipukul oleh Cin Yang di kelas 5 SD
7. Dikejar oleh segerombolan huan na
8. Akaw membawa aku mengantar busa keliling dengan mobil datsun, menyuruh aku duduk di ujung mobil menjaga busa supaya tidak jatuh.
9. Hampir digasak oleh truk ketika membawa Aheng jalan-jalan
10. Diintai oleh tukang pempek atas suruhan Ahau
11. Dicubit oleh Jawo dengan kakinya, sakit sekali
12. Adik O'Junaidi dipukul oleh pak Amin dengan sepatu
13. Tukang mencari anak lelaki kecil yang merusak diriku, tinggal dekat tempat Effendy Li Sugianto
Umurku saat itu 14 tahun, kelas 2 SMP. Dia memanggil aku Akui
14. Pak Toha 1: mau membakar aku dengan korek api
15. Pak Toha 2: Menyuru aku membuat papa absen
16. Sehuat 1: membetet aku dengan karet sakit sekali
17. Sehuat 2 : menuruh aku mengangkat batu bata yang berat
18. Kartu judi keluar dari kantong belakang tanpa sengaja
19. Dituduh mencuri jinamo oleh Akeng
20. Abin memandang kami dengan aneh saat kami (aku dan Aheng) bermain di luar), menebarkan kalong (karung goni)
21. Dilihat oleh Ji Long saat adu lanciu dengan Karno anak pembantu Ji Long
22. Aho, Akeng dan Asien membagun rumah yang bagus. Aku ingin ikut bermain namun disudutkan dan disuruh pulang
23. Mama Ote tidak menghendaki aku bermain dengan anaknya dan tidak menghendaki aku masuk ke rumahnya
24. Leng Cua So menyuruh aku pulang ketika aku bermain dengan Apin. Dia bilang tunggu Apin besar dulu baru ajak main
25. Pak Simanjuntak guru Matematika di SMP DB 1 dengan bangga menceritakan bahwa dia punya murid di SMA 3 jurusan IPA karena disuruh ke papan tulis tidak bisa menuliskan yang dia inginkan langsung dikeluarkan dari jurusannya.
26. Di rumah pasat ma aku sering dimarahi oleh Kahar bahwa di dalam diriku ada Mokui, jahat dan busuk hati.
27. Sewaktu pertengkaran antara Alok dan kel. Akeng aku ikut campur dan memihak keluarga Alok. Kejadian ini menimbulkan rasa malu dan rasa bersalah yang lama sekali baru hilang.
28. Aku dengan adik O Junaidi di pukul oleh pak Amin dengan sepatunya. Aku pernah lihat sendiri pak Amin mau menampar adik O Junaidi.